Dan Lembaran Baru Pun Kembali Dibuka (Part 2)

PS: Bagi yang belum baca part 1-nya silahkan dibaca terlebih dahulu di sini

Setelah di part 1 saya bercerita tentang apa saja yang saya lakukan selama 6 bulan bekerja di sana, sekarang lanjut yah, kesan dan pengalaman selama kerja di sana.

Kesan-kesan dan pengalaman saya:

  • Lingkungan kerjanya punya kekeluargaan yang tinggi, artinya rekan kerja itu udah kayak saudara sendiri aja. Hal ini terutama untuk mereka-mereka yang udah kerja bertahun-tahun, bahkan belasan tahun. Antara anak-anak BDP juga asyik kok kedekatannya.
  • Birokrasinya tidak ribet. Ini yang saya rasakan selama di sana. Antara bos besar dengan karyawan biasa pun dekat. Beda dengan di beberapa tempat yang untuk berhubungan dengan bos besar susahnya minta ampun (misal di departemen atau istana). Yang ini masih nyambung sama poin yang pertama sih soal kedekatan.
  • Kerjanya nggak kenal waktu dan nggak jelas jam kerjanya. Hal ini terutama di bagian Produksi. Bisa begadang, bisa pulang pagi, bisa tengah malam bangun siang baru pulang, dll. Bagi saya pribadi, sejujurnya saya tidak nyaman dengan pola kerja yang seperti itu, terlebih lagi tidak jelasnya keberadaan acknowledgement (baca: uang lembur) buat yang udah kerja nggak kenal waktu. Pola kerja ini sempat mempengaruhi pola hidup saya, untungnya sekarang udah normal lagi. Dan pendapat saya sih pola yang seperti ini kurang baik bagi kesehatan saya pribadi.
  • Ketemu lumayan banyak artis terkenal (penting banget!), hahaha. Mulai dari artis dangdut, artis pop, artis alay, artis rock, artis sinetron, dll. Dulu pas awal-awal kerja di sana sih kepikiran pengen koleksi foto bareng artis (norak, haha), eh tapi ternyata males. Dan dari lumayan banyak artis yang sempat ketemu, saya cuma foto bareng sama Duta Sheila On 7 dan Tompi doank karena mereka emang salah dua vokalis Indonesia yang saya kagumi.
  • Nah ini nih yang saya paling nggak suka dari bekerja di sana. Orang-orang di sana punya kebiasaan merokok di ruangan, nggak peduli ruangan itu ber-AC ataupun tidak.  Hal ini sangat amat mengganggu bagi saya yang memang anti rokok dan asapnya. Kebiasaan ini kayaknya dicontohin dari bos yang merokok di ruangan. Dan akhirnya semua karyawan beragam tingkatan, dari bos sampai OB pun sepertinya enak-enak aja merokok di ruangan. Bahkan di ruangan ber-AC tanpa ventilasi, merokok tetap lanjut. Asli, kondisi terjebak di meeting yang orang-orangnya ngerokok kayak cerobong asap itu benar-benar penderitaan yang sangat-sangat tidak enak. Apapun alasannya, merokok di ruang publik itu tidak dapat dibenarkan!

Itu aja mungkin yang benar-benar berkesan buat saya.

Lanjut ke rencana saya selesai bekerja di sana. Alhamdulillah sekarang saya sudah bekerja di PT Great Eastern Life Indonesia, salah satu perusahaan asuransi asal Singapore sebagai Business Analyst. Pindah ke sini rasanya seperti pindah dunia. Satu dunia broadcasting, satu lagi dunia asuransi. Tapi saya sangat bersemangat untuk belajar banyak di dunia saya yang baru ini.

Untuk seluruh rekan kerja, bos, dan seluruh orang yang saya kenal di kantor lama, terima kasih atas kerjasama dan hubungan baik yang terbina selama 6 bulan ini. Mohon maaf juga apabila selama berinteraksi saya berlaku dan berucap yang kurang baik dan tidak berkenan bagi kalian. Semoga sukses selalu di sana.🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: