Film Avatar – Muatan Terselubung?

Di antara teman-teman semua pasti sudah banyak kan yang menonton film Avatar. Belakangan ini, film yang disutradarai oleh James Cameron ini sangat populer, terutama di Indonesia. Orang-orang ramai memperbincangkannya di internet, lewat facebook, plurk, twitter, dan media lainnya. Sebagian besar dari mereka mengatakan bahwa Avatar adalah film yang sangat bagus, keren, dan pujian-pujian lainnya. Tersedia pilihan untuk menonton yang biasa (2D) dan yang 3D. Saya sendiri telah menontonnya, yang Avatar biasa (bukan 3D).

Komentar dari saya setelah menontonnya: Grafiknya sangat bagus, tapi dari segi cerita tidak istimewa, karena saya sudah bisa menerka alur dan ending dari ceritanya. Tapi ada satu hal yang cukup mengganjal hati saya sekaligus membuat rasa penasaran terkait film Avatar ini. Dalam film ini, banyak bahasa-bahasa aneh dan kepercayaan unik yang digunakan oleh bangsa Nav’i, yaitu makhluk berbentuk seperti manusia tapi lebih tinggi, berwarna biru, dan berwajah seperti kucing. Rasa penasaran tersebut yang membuat saya akhirnya melakukan penyelidikan dan pencarian sumber-sumber di internet.

Dan ternyata benar saja. Melalui fakta-fakta yang saya dapatkan, Avatar bukanlah sembarang film. Banyak ‘muatan’ yang ada dalam film ini. Setidaknya ada tiga muatan yang ada di Avatar, yaitu Jews/Judaism/Yahudi, Paganisme, dan Mitologi kuno dari Mesir yang digunakan dalam ritual occult. Oke, mari kita telaah secara lebih jelas masing-masing muatan tersebut.

Muatan Jews/Judaism/Yahudi

Bagi mereka yang sudah menonton, pasti tidak asing dengan istilah Nav’i, Eywa, Tsahik, dan pohon besar keramat (home tree) yang berada pada dunia Pandora. Ternyata kata-kata itu bukan kata yang begitu saja muncul loh! Coba yuk kita lihat:

– Eywa adalah semacam Tuhan atau Dewa tertinggi bangsa Nav’i. Kata ‘Eywa’ sangat mirip dengan kata ‘Yahweh’ atau ‘Yawe’, tinggal ditukar saya urutan hurufnya. Dan tahukah anda apa itu Yahweh? Yahweh adalah Tuhannya orang Yahudi.

– Nav’i adalah nama bangsa yang mendiami dunia Pandora. Dari namanya saja sudah cukup unik, karena huruf ‘i (dilafalkan dengan penekanan di pangkal tenggorokan) setahu saya ada di aksara Arab atau Ibrani. Dan ternyata dalam bahasa Ibrani Nav’i berarti nabi atau prophet, berasal dari kata ‘nev’iim’ atau ‘nev’i’.

– Tsahik adalah nama pemimpin bangsa Nav’i, bernama Eytucan, ayah dari Neytiri. Dan ternyata kata ‘Tsahik’ mempunyai kemiripan yang sangat dekat dengan kata ‘Tzadik’ atau ‘Tsadik’, tinggal mengganti satu huruf konsonan saja. ‘Tzadik’ adalah pemimpin Yahudi atau biasa dikenal sebagai rabii.

– Pohon Besar yang menjadi pusat kegiatan ibadah bangsa Nav’i. Pohon besar tersebut pada akhirnya dihancurkan oleh pasukan tentara dengan di-bom dan dibakar. Konsep ini sangat sejalan dengan kejadian yang dialami Yahudi pada Beit Hamikdash yang merupakan bangunan pusat ibadah, rumah suci, dan first temple bagi mereka. Setelah berdiri selama 400 tahun, Beit Hamikdash akhirnya dihancurkan oleh Nebucadnezar dari Babylonia dengan menggunakan api (dibakar). So, Pohon Besar bangsa Nav’i secara tidak langsung diambil dari Beit Hamikdash.

– Pada cerita di film Avatar, bangsa Nav’i terdiri dari suku-suku yang saling terpisah. Kemudian datanglah seorang Toruc Macto yang mempersatukan suku-suku tersebut dan kemudian memimpin bangsa tersebut meraih kemenangan. Konsep tersebut ternyata didasari dari cerita mengenai King David (Nabi Daud yang diutus kepada kaum bani Israil) yang datang sebagai Mashiach/Messiah atau juru selamat dan mempersatukan suku-suku orang Yahudi dan memimpinnya meraih kemenangan.

Sebenarnya masih ada beberapa lagi hal yang menunjukkan bahwa film Avatar ini bermuatan Yahudi, seperti yang disampaikan melalui komen JewPro di blog ini <http://tzvee.blogspot.com/2009/12/is-james-camerons-film-avatar-jewish.html&gt;. Akan tetapi karena saya kurang memahami (karena harus analisis dan mencari sumber yang lebih dalam) tidak saya bahas, walaupun saya yakin itu bagian dari Yahudi juga. Untuk keterangan lebih lanjut bisa search kata-kata yang anda ingin ketahui.

– The concept of everything being connected
– The idea of praying in nature (Breslov Chassidism)
– To walk with no fear (Rebbe Nachman)
– The wild beasts at the end (10 plagues), and
– People die yet their soul lives on

Muatan Paganisme

Paganisme adalah kepercayaan kuno yang mempercayai benda-benda dan roh-roh sebagai Tuhan. Paganisme banyak jenisnya, ada dinamisme, animisme, majusi, dll. Tuhan yang disembah oleh penganut paganisme contohnya berhala, patung, api, pohon, dll. Di dalam film Avatar, bangsa Nav’i merupakan penganut paganisme yang menyembah pohon dan menjadikan pohon sebagai tempat mereka beribadah. Dalam sejarah, kehadiran para Rasul yang membawa risalah berupa agama tauhid berusaha untuk mengajak para penganut pagan untuk menyembah Tuhan yang satu dan meninggalkan Tuhan lama mereka.

Kita bisa melihat bahwa ketergantungan mereka (bangsa Nav’i) terhadap tumbuhan dan pohon bukanlah sebatas karena mereka mencintai lingkungan hidup. Jadi, argumen bahwa mereka melambangkan pelestari lingkungan juga tidak sepenuhnya benar, karena mereka punya kepentingan terkait pohon besar itu. Mereka meminta dan melakukan ritual disertai tarian dan mantra-mantra di depan pohon. Dan ketika pohon besar mereka tumbang, mereka menangis layaknya kehilangan suatu tempat berlindung dan tempat suci tempat mereka menyembah. Bentuk lain dari paganisme adalah terdapatnya seorang dukun/shaman yang menjadi penghubung antara manusia dengan Tuhan mereka.

Muatan Mitologi Mesir Kuno dan Occult Modern

Dalam film avatar, bangsa Nav’i mempunyai salam tersendiri yang mereka ucapkan ketika bertemu dengan sesama mereka. Salam itu adalah “I See You”. Dari pertama kali saya dengar kalimat sewaktu menonton, saya sudah merasa ada ‘sesuatu’ dengan kata-kata itu. Dan kemudian saya menyadarinya bahwa kata-kata itu sebenarnya merepresentasikan ‘MATA’. Yak, MATA.

Mata yang dimaksud di sini adalah Eye of Horus atau Eye of Ra. Horus adalah dewa langit pada mitologi Mesir kuno, digambarkan berbentuk falcon atau elang, dengan dua mata. Mata kanan berwarna putih yang melambangkan matahari dan mata kiri berwarna hitam yang melambangkan bulan. Eye of Horus sendiri adalah mata kanan Horus yang melambangkan kekuatan matahari, makanya disebut juga Eye of Ra. Seperti diketahui, masyarakat Mesir kuno menyembah dewa matahari atau Ra.

Eye of Horus sudah lama dikenal digunakan sebagai simbol jimat yang diklaim dapat memberikan perlindungan terhadap kekuatan setan dan diasosiasikan dengan kemampuan regenerasi, kekayaan, dan kemakmuran. Eye of Horus juga sering digunakan pada ritual occult. Sering disebut juga sebagai ‘all-seeing Eye’, simbol ini berupa mata manusia dengan bulu mata yang terbuka penuh, seakan melihat ke arah kita. Simbol ini juga sering dipakai oleh organisasi freemason sebagai icon. Beberapa contoh penggunaan Eye of Horus yang mungkin tidak kita sadari adalah pada uang 1 US Dollar dan juga pada cover album pertama Dewa 19. Di uang 1 US Dollar terdapat sebuah piramid yang terpotong bagian atasnya, dan terdapat sesuatu di pucuk atas, dan ternyata itu adalah mata, ya Eye of Horus. Sama halnya dengan cover album pertama Dewa 19.

Kembali ke film Avatar, selain menjadi salam antara makhluk bangsa Nav’i, ungkapan ‘I See You’ juga menjadi judul lagu penutup (ending credit song) yang dinyanyikan oleh Leona Lewis. Pertama kali saya dengar, wow lagunya keren nih. Karena penasaran saya cari liriknya. Dan setelah liat-liat liriknya, kok ada yang ‘agak’ aneh yah?? Ini nih liriknya

Leona Lewis – I See You

Walking through a dream, I see you
My light in darkness breathing hope of new life
Now I live through you and you through me, Enchanted
I pray in my heart that this dream never ends

Chorus:
I see me through your eyes
Living through life flying high
Your life shines the way into paradise
So I offer my life as a sacrifice
I live through your love

You teach me how to see, All that’s beautiful
My senses touch your word Walking through a dream
I see you
My light in darkness breathing hope of new life
Now I live through you and you through me, Enchanted
I pray in my heart that this dream never ends

back to chorus

You teach me how to see, All that’s beautiful
My senses touch your word I never pictured
Now I give my hope to you
I surrender
I pray in my heart that this world never ends

I see me through your eyes
Living through life flying high
Your love shines the way into paradise
So I offer my life
I offer my love, for you

When my heart was never open
(and my spirit never free)
To the world that you have shown me
But my eyes could not division
All the colors of love and of life ever more
Evermore

(I see me through your eyes)
I see me through your eyes
(Living through life flying high)
Flying high
Your love shines the way into paradise

So I offer my life as a sacrifice
And live through your love
And live through your life
I see you
I see you

Mungkin ketika pertama kali denger, lagu ini adalah typical love song. Tapi kalo dilihat dari liriknya, ini seperti lagu penghambaan seseorang terhadap sesuatu. Sesuai dengan yang sudah saya bahas di atas, ‘sesuatu’ di dalam lagu ini yang ditunjukkan dengan kata ‘You’ adalah MATA. Mata apalagi selain Eye of Horus.

Pada kalimat “I see me through your eyes” dan “You teach me how to see”, menggambarkan bahwa si orang ini belajar melihat dunia dan dirinya sendiri melalui si Mata ini, Eye of Horus. Pada kalimat “But my eyes could not division” ditambahkan lagi bahwa si orang ini mengakui matanya memiliki kemampuan yang terbatas, berbeda dengan Mata yang telah mengajarkannya melihat. Mata itu bisa melihat segalanya, all-seeing eye.

Kemudian pada kalimat “So I offer my life as a sacrifice” dan “So I offer my love, for you” sangat amatlah jelas bahwa lagu ini bukanlah lagu cinta biasa antar manusia. Kalimat tersebut menunjukkan penghambaan, lebih tepatnya penyerahan hidupnya kepada sesuatu yang dianggap Tuhan. Ditambah lagi dengan kalimat “Now I give my hope to you, I surrender”. Pada kalimat itu, orang ini memberikan pengharapannya dan menyerahkan dirinya kepada sesuatu. Dan sesuatu tersebut adalah MATA alias Eye of Horus.

Penting bagi kita sebenarnya untuk mengetahui kandungan dari suatu lagu. Karena apabila kita menyanyikan lagu itu, sama saja kita mengucapkan kata-kata itu. Dan kita akhirnya jadi bagian orang-orang yang menyembah/melakukan penghambaan kepada Mata, bukan menyembah/menghamba kepada Tuhan yang satu. Yang terpenting kita tetap waspada.

***

Epilog

Apa yang saya jabarkan panjang lebar di atas adalah bagian dari berbagi wawasan dan pencerdasan bagi yang membacanya. Saya tidak bermaksud untuk mendiskreditkan kan suatu agama atau kepercayaan. Saya hanya ingin kita semua tahu tentang muatan yang ada dalam sebuah film atau media lainnya, dalam hal ini film Avatar. Karena kalo kita tidak tahu, bisa jadi kita jadi terbawa mengikuti ajaran yang ada pada film ini, padahal kita tidak mau.

Saya menyerahkan sepenuhnya kepada para pembaca untuk percaya atau tidak, menerima atau tidak, tulisan dan pembahasan yang saya tulis ini. Mungkin bagi sebagian orang yang saya lakukan ini ‘nggak penting’, ‘kurang kerjaan’, ‘prasangka buruk’, ‘nggak bisa menikmati film’, dan lain-lain. Ya silahkan saja, toh saya hanya ingin menulis hal ini, karena hal ini menarik bagi saya. Terima kasih atas pengertian dan atensinya.

Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan dan menjadi pencerdasan bagi yang membacanya.

sumber:

  1. aku sdh nonton film ini belum ngga sempat selesai udah boring, tehniknya bagus sih, tapi segi yang lainnya nothing special. Thanks for your informations, mirip2 film knowings, yang boring juga. Film2 kayak gini ngga berhasil memikat aku. Alhamdulillah…he…he…

  2. Trims Infonya……… Insya Allah kita nggak tepengaruh… tapi hati-hati dengan anak-anak kita, tar bisa terpengaruh…….. sukses selalu

    • Danang Pramudya
    • January 2nd, 2010

    penjelasan yang mendalam! great review indeed! but there are some points that i will underline..

    pertama, director dan writer-nya (satu orang) sendiri memang seorang yahudi. dan perfilman amerika memang gag bs terlepas sama aspek2 yahudi. dari simbol2 dlm film ini pun saya juga sudah menyadari-nya, namun saya tidak terusik karena big picture-nya bukan tentang keyahudiannya. sbg org amerika dan yahudi sekaligus, james cameron dan algore (contoh lain), mgkn jd public enemies-nya komunitas yahudi dominan d US

    • Danang Pramudya
    • January 2nd, 2010

    kenapa? karena mereka mengkampanyekan message antiwar dan green life di film2nya. sesuatu yg sangat bertolak belakang dengan apa yg sering dilakukan sama komunitas yahudi dominan. lalu knp james memasukan muatan itu di filmnya? simple, karena dia memeluk yahudi sejak kecil dan mungkin menurutnya imej yahudi yg ideal ya yg spt di filmnya. hanya ajaran yahudi yg ia pahami, oleh krn itu, dia ngga mgkn memasukkan muatan agama lain utk membangun kultur kepercayaan bangsa na’vi di filmnya.

    • Aditya Zainir Putra
    • January 2nd, 2010

    woh.. tengkyu infonya dik! analisisnya mantap!

    • Danang Pramudya
    • January 2nd, 2010

    mungkin tujuannya agar kultur tersebut menjadi realistis dan dapat diterima oleh penontonnya (monotheis). mengenai muatan ajaran Pagan, saya rasa ada bbrp faktor yg saling kait mengait ketika kita menulis plot sebuah film. kalau yg saya ketahui dari teorinya, namanya hubungan sebab akibat. saya rasa keputusan utama Cameron yg ingin mengkampanyekan betapa sia2nya manusia thd alam dpt diwujudkan kalau setting dan kulturnya adalah kultur bangsa primitif yang sangat bergantung pada alamnya.

    • Oren
    • January 2nd, 2010

    Kok makna yang aku tangkep malah “save the earth”-nya yah? why didn’t you count this rather than discuss about other religion? no offense, saya muslim juga, tapi rasanya orang ga segampang itu deh nangkep makna yang terlalu berat seperti yg sidik post. dan kalaupun itu benar, setuju buat yang sidik bilang, buat pembelajaran saja. yang saya ga setuju cuma… sidik seolah melihat koin dari satu sisi aja, every coin has two faces, jadi coba cari sesuatu yang baik juga dari suatu hal.. we’re not a judge as great as Allah. thanks anyway, nice research.

    • Danang Pramudya
    • January 2nd, 2010

    tp bayangkan, bangsa seprimitif itu sudah mengenal kepercayaan monotheisme.. mungkin itu juga tujuan Cameron memasukkan muatan Yahudi dalam filmnya seperti unsur Eywa (Yahwe or Eli).. mungkin dia ingin agar penontonnya tidak terpengaruh dengan konsep Paganisme yg sangat mungkin muncul di filmnya. siapa tahu..? seolah-olah simbol pohon besar dianalogikan dengan konsep tempat suci yang kita tahu semua agama monotheis punya.. dan menurut saya Cameron berhasil membangun hal ini.

    • Danang Pramudya
    • January 2nd, 2010

    ketiga mengenai kepercayaan Mesir.. Saya rasa mungkin itu hanya penilaian subjektif, karena tidak didukung oleh bukti-bukti lain selain salam khas bangsa Na’vi tersebut. Dari OST-nya pun tidak terlalu signifikan karna menurut saya, nuansa yang dibangunnya hanyalah nuansa cinta yg selaras dari filmnya. tipikal “My Heart will Go On”nya Celine Dion di Titanic. Bahkan orang yang menulis lagunya pun sama..

    So what I really will say from my comments adalah sangat nyata dan eksplisit bahwa film ini tidaklah

    • Danang Pramudya
    • January 2nd, 2010

    menonjolkan muatan yang dikandungnya seperti yang dituliskan. karena memang big picture-nya bukan itu, melainkan kampanye antiwar dan greenlife seperti yg memang banyak digembar-gemborkan banyak reviewer dan kritikus. Mengenai jalan ceritanya yg mudah ditebak, sah-sah saja asalkan pesan yg hendak disampaikan jelas, dan penyampaiannya organik dan rapi. saya rasa film ini berhasil dalam hal ini. in conclusion, adalah tugas reviewer dan kritikus film menyampaikan kejelasan kpd penonton tentang sebuah film dan

    • Danang Pramudya
    • January 2nd, 2010

    big picture pesan yang ingin disampaikan tanpa embel2 muatan terselubung yg walaupun mgkn ada, tp tidak mendapat porsi yang signifikan dalam filmnya. it makes a fair and proportional review. sbg cth dlm film ini: efek mana yg lebih dominan? efek terpengaruh menyembah pohon or Eywa atau efek ‘kesal’ dengan kelakuan manusia yg serakah, egois, dan merusak?

    saya rasa penonton punya jawaban masing-masing yang mungkin bisa jadi sangat dominan..🙂

  3. nia izin co-pas. boleh gak dik?

  4. semua film itu pasti ada muatannya, tergantung kita memaknainya dan memberitahukan terhadap yang lain

  5. Bagus juga apa yang anda tulis, paling tidak lumayan orisinil jika dipandang dari kaca mata anda sendiri (maksud saya banyak orang ngeblog cuma copy-paste, tp tulisan anda ini sepertinya asli karya sendiri).

    Tapi untuk bilang film ini memiliki muatan terselubung? Ah, saya yang tukang nonton banyak melihat film yang jauh lebih parah. Saya sendiri kurang tertarik dengan teori konspirasi, apalagi mencari-cari hal seperti: ini ditunggangi yahudi lah, itu membawa pesan kristen lah, ini penuh dengan simbolisme pagan lah.

    Berapa persen sih orang yahudi menanam saham di Hollywood? Tentu anda tahu kalau yahudi Amerika banyak sekali berkecimpung di bisnis perfilman USA sehingga dengan sendirinya mereka banyak menampilkan simbolisme yahudi dalam film. Pesan kristen? Pelaku film di Hollywood sebagian besar Kristen koq sehingga wajar saja kalau banyak juga simbol kristen lalu lalang di cerita film Hollywood. Layaknya kita nonton film India, tentu kita banyak menemukan simbol Hindu dalam film Bollywood.

    Kesimpulannya: Kalau misalnya khawatir “terpengaruh” dengan simbol2 demikian, saya sarankan untuk TIDAK PERNAH nonton film Hollywood, Bollywood, dan sejenisnya karena merusak iman.

    Saya sendiri tertarik mempelajari hal2 mengenai mitologi, paganisme, dll sejak SMP karena penuh dengan simbolisme menarik. Apakah saya sedemikian bodoh untuk percaya begitu saja?:mrgreen:

    NB. 1.
    Bahasa aneh plus nama orang dan tempat kaum Na’vi diciptakan oleh James Frommer untuk memenuhi permintaan James Cameron khusus untuk film ini. Anda bisa mengunjungi institusi Mr. Frommer ttg bahasa Na’vi yang dibuat berdasarkan perpaduan bahasa Amharic (salah satu turunan bahasa semit) dan bahasa suku Maori di Selandia Baru. Jadi anda pasti mengerti kenapa nama2 Na’vi terkesan yahudi atau malah arab yang bahasanya juga turunan bahasa semit🙂

    NB. 2.
    Anda lupa menambahkan kalau Avatar adalah tradisi Hinduisme semacam titisan dewa (contoh: Sri Rama dan Khresna adalah avatar bagi dewa Wisnu). Jadi, hati-hatilah dengan umat Hindu yang mungkin mempengaruhi anda untuk murtad karena nonton Avatar😆

  6. sob, orang itu berkreasi sesuai dengan latar belakang keluarga, pendidikan, budaya dan masyarakatnya. Wajar2 saja jika James Camneron dipengaruhi oleh budaya2 yang sobat tulis diatas (+ budaya native american.. jangan lupa karena cameron sendiri mengakui jika avatar dipengaruhi oleh native american culture). SO? apa salahnya? Orang Indonesia yang lahir dan besar di lingkungan mayoritas muslim dalam proses berkreasi juga terinspirasi oleh hadits, alquran, kisah2 para sahabat, dll. Kreativitas tentu mendapat muatan sesuai dengan latar belakang si penggiat kreatif tsb.

    http://www.rahasiaotak.com/
    http://annunaki.wordpress.com/

    • plentiswae
    • January 3rd, 2010

    Belum lihat sih, tapi jadi punya sedikit gambaran. Thanx🙂

  7. Sebenarnya bukan cuma avatar aja yang Yahudi bangets. Ada Tom and Jery, Pokemon, Power ranger (U.S version) dan hampir semua produk Walt Disney juga gitu. So, ati2 aja buat konsumsi anak kita. Upin Ipin (the series dan the movie), malah lebih mendidik. Ayo temen2 animator..bikin film animasi yang lebih mendidik (kalo bisa lebih baik dari Upin Ipin)..

  8. Ah, kita ambil asyik2nya aja, kan nonton gitu nyari hiburan namanya, ga usah segitunya nyari sampe dalemnya

    • Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu
    • January 4th, 2010

    tulisan anda bagus sekali. tapi perlu diketahui bahwa orang film cuma sekedar kreatif. mereka tak punya rencana aneh aneh.

    • Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu
    • January 4th, 2010

    untuk buat film bagus itu susah. itu saja masih dibilang kisahnya klise. kasihan kalo dicurigain lagi.

  9. yah, kebanyakan film kan kalo udah soal mitologi emang lebih banyak nyomot2 dari yang udah ada

    dan, karena film ini dibuatnya di hollywood yang banyak orang yahudi dan paganisme-nya, ya jadinya pun mitologi mereka yang dicomot2

  10. Wah…terima kasih ya komentarnya…nggak nyangka bakal banyak yang komen kayak gini…

    Pertama-tama saya jelaskan, saya tidak bilang kalo di dalam film ini terdapat “muatan terselubung” karena di judul aja udah jelas kalo dikasih tanda tanya, makanya keputusan apakah itu bisa dibilang terselubung atau tidak, terserah para pembaca dan penonton film tersebut. Saya hanya menjabarkan fakta-fakta yang ada…

    Mungkin sebagian subjektif, namanya juga opini…postingan blog pula…

    @ Danang: Wow! Thanks Nang…keren banget pembahasan lo…banyak nambah wawasan gw akan film ini…gw udah nyangka sih kalo si James Cameron orang yahudi, dan pastinya mempengaruhi dia dalam pembuatan film ini. Secara umum gw nangkep kok pesan dan nilai-nilai yang ingin disampaikan film ini, dan emang kenyataannya pesan tersebut yang ingin ditonjolkan oleh film ini.

    @ Oren: Setuju sekali saya! setiap hal memang punya banyak sisi, so nggak ada salahnya donk saya ngebahas dari sisi ini? anyway, ini hanya pencerdasan dan informasi saja. Kalo emang bermanfaat silakan diambil. Kalo enggak bisa dibuang. Thanks anyway.

    @ Yusahrizal: Sob, ini tulisan ane sendiri. Orisinal banget malah…thanks buat tambahan infonya…Oia, masalah terpengaruh atau tidak itu tergantung masing-masing orang. Ini hanya pengingatan. Ini pun hanya salah satu sisi. Kalo mau liat sisi lain silakan. Saya pun melihat sisi lain kok, yang positif dan yang negatif.

    @ Red: Saya tidak pernah men-judge salah atau benar. Silakan saja tiap orang bebas berkreasi. Kendali utama ada di penonton kok, kalo emang mau nonton yang ditonton, kalo nggak yang nggak usah ditonton. Gitu bos…

    @ Agung Suparjono: Ane sepakat gan! FYI, ini hanya salah satu bentuk pemaknaan atas film ini.

    @ Nhiya: silahkan Nia, asal dicantumkan link sumbernya yah…

    @ Irfan: bener banget tuh gan…kita emang harus pinter-pinter…

    @ Bernadia Vitri: masing-masing orang punya gayanya sendiri-sendiri…ini gaya saya, silakan jalani gaya anda. Kita saling menghargai.🙂

    @ Satria Pinandhita: Kata siapa orang bikin film cuma kreativitas semata? Saya kasih tau nih kalo anda blum tau. Sekarang film sudah jadi sarana propaganda pihak tertentu. Perlu contoh? liat film-film perang amerika. Terima kasih.

    @ Billy: benar sekali…dan kita sebagai penonton yang cerdas harus bisa memilah dan memilih mana yang baik mana yang buruk.

  11. animasi dan efeknya lumayan..
    tp ceritanya bikin ngantuk, aku baru 15 menit nonton tertidur.. untung gk di bioskop jd gk rugi.. :))

  12. @sidik
    ya, karena saya merasa ini tulisan orisinil, makanya saya mau nulis komentar. kalau co-pas, jangan harap saya bakal perduli. saya sangat menghargai usaha anda koq yang nyari2 info sana sini buat bahan tulisan ini.

    Sekarang film sudah jadi sarana propaganda pihak tertentu.

    Saya setuju. toh hal ini sudah jamak baik dalam film luar negeri maupun dalam negeri.
    *teringat film G30S/PKI. propaganda Orde Baru? walahualam, toh dulu kita hidup di jaman ORBA. Gak ada yg berani ngeritik*
    *teringat film/novel AAC saat adegan Maria yg kristen “sadar” dan mengucapkan kalimat syahadat. propaganda islamisasi? walahualam, toh kita hidup di Indonesia yg mayoritas muslim, jadinya gak bakalan dipotong sensor/ditarik dr peredaran.*

  13. Sy jg mrskn ada yg mngganjal pas nonton.mski excited jg dg animasiny.mmg sih,klo prnh mngkaji ttg judaisme akan mlihat apa yg anda smpaikan ckp beralasan.tms ttg sbuah konspirasi yg dulu bg sy cmn omong kosong.tp dg mncoba mngkajiny&tdk mnutup mata dr upaya riil konspirasi tsb,serta melihatny scr lbh utuh.thanx y dah nulis.terus terang sy tertarik utk lbh mndalami tulisan anda ini.siapa tahu bs jd bhn pnelitian buat thesis pmikiran.klo di acc sih.. Nb:tuhan yahudi dtulis dg simbol YHWH tnpa ada ksepakatn cr mbcny.bs jd mmg eywah adl slh1ny.

  14. hmm, sebetulnya gw juga cukup merasakan hal2 kayak gitu sih pas nonton, terutama pas denger “Eywa” dan “Navi” (cmiiw, neviim juga salah satu dari kitab suci yahudi kuno selain torah dan ketuvim)..

    dan ya dan emang ini bukan pertama kalinya sutradara yahudi di amerika menyisipkan simbol – simbol berbau zion di dalam filmnya, salah satu yang paling keliatan menurut gw ya Matrix trilogi-nya Wachowski bersaudara, banyak sekali nama tokoh maupun latar belakang tokoh di film tersebut yang menyinggung cerita – cerita konspirasi besar dalam sejarah agama semit…

    namun apapun itu, secara garis besar, menurut gw justru muatan terbesar yang diselipkan ke film tersebut adalah nuansa kritik imperialisme dari industri negara – negara barat ke negara – negara asia dan afrika, ketika kaum pengusaha yang membawa tentara datang ke suatu wilayah dan harus berhadapan dengan pribumi sehingga akhirnya terjadi peperangan…

    lagipula kalau soal propaganda, menurut gw propaganda dengan penyelipan nama2 dan istilah2 kayak begitu sih gak akan efektif, karena yang nyadar ya justru orang2 kritis seperti anda yang jelas2 bukan sasaran mudah untuk dipropaganda😛

  15. Gw setuju banget sama Ka Danang. Lagian ya Dik, emang bener kalo James Cameron itu orang Yahudi n punya degree di natural science (kalo ga salah fisika, CMIIW) jadi wajar aja kalo karyanya sedikit-banyak dipengaruhi sama latar belakangnya. Muatan paganisme, mitologi mesir kuno dan occult modern, terus yang lo bilang lagunya Leona Lewis yang ada mata-matanya, emang bener banget; nyatu di muatan Yahudinya.

    Tapi menurut gw fine banget karna muatannya justru ngebuat Avatar bener-bener punya emosi dan itu semua ngebuat karakter yang kuat, dari ceritanya, latarnya, tokoh-tokoh, dll. Daan, tulisan lo bagus banget karna bisa ngasih info bagi yang blum tau. Tapi jangan sampe implikasinya jadi gini: eh itu film Yahudi jangan ditonton. Karna pandangan itu amat sangat sempit sekali.

    Jadi, jangan lupa juga buat liat positifnya =) He’s such a great man and Avatar is a great movie!

  16. Sudah kuduga

    • Ferry aja
    • January 14th, 2010

    alhamdulillah yg baik sya ambil spt menghargai alam dan makhluk hidup, yg jelek tidak diikuti, spt merusak alam.

    Contohnya ada istilah Toruk Makto, dia berfungsi u mempersatukan semua suku.
    Ini bagus, di Indonesia kita memiliki burung Garuda. Terkadang kita tidak ingat dng hal2 yg sdh ada di depan mata kita. Mungkin dng cara spt itu James Cameron membuka mata kita dan mengajak kita u lebih menghargai alam.

    Maaf ini saya melihat dari sisi lain..

    tp sy bertrima kasih atas info yg telah diberikan…wow!! now i know..

    • ajie_xman
    • January 17th, 2010

    ahhh…yang penting ada hiburan dl… masalah ada misi terselubung nanti..hmmm

    • @ ajie: well, that’s your opinion…

      @ Ferry Aja: terima kasih juga atas komentarnya…iya, kita memang harus mengambil yang baiknya…

    • ayu
    • February 6th, 2010

    artikel yang sangat bagus sekali…yah yang baik2 kita ambil yang ga di buang aja… nitip pesan juga nih untuk semua..di luar sana sudah di persiapkan hal2 yang bertujuan untuk mencuci otak kita secara perlahan, sengaja di film kan untuk menutupi yang sebenarnya, sehingga kita akan terus dan terus bahwa hal itu adalah FIKSI belaka.Walaupun kenyataan di depan mata kita sekalipun, kita tetap akan menganggap itu FIKSI karena memang kita di hadapkan selalu dalam FILM. be aware selalu yaaaaa…..

    • budiman
    • February 17th, 2010

    Tidak hanya film Avatar. Banyak film Holywood yang memuat spiritualitas Yahudi. Film-film yang kental nuansa HOPE dan WAIT. Karena gagasan mesianisme (dari kata Mesias, yang diurapi; merujuk kepada penyelamat dari tunas Raja Daud, raja yang melegenda, yang akan memulihkan Israel dan dunia). Lihatlah semua karya sutradara Roland Emerich, Martin Scorsese, Jerry Buckheimer, Joel Silver, James Cameron, Steven Spielberg, dst. Karena saya seorang Kristen, dengan mudah saya temukan ‘roh’ spiritualitas Yahudi, walaupun itu film action, horor bahkan romance. Riset kecil Anda, sangat baik. Ini baru permulaan. Teruslah melacak ke bidang lainnya.

  17. salam kenal teman2

    teman2, tahukan kalian avatar itu adalah istilah dalam Hindu?
    dan seandainya ya. tahukan kalian artinya?

    hanya ingin share
    deepa

  18. mengapa semuanya kelihatan sujourn ya?
    terus film yang bagus gimana?

    • Luky
    • March 27th, 2010

    Ah klo menurut gw lw aj lebay, klo d film itu bnyk trkandung unsur yahudi menurut gw wajar,toh yg bikin orng yahudi.. Klo alur cerita,ntu mngkin emang cerita jaman dl yg jd referensix,krn dy orng yg mngkn bnyk tau tntng cerita dulu..So bwt gw apapun yg trkandung d cerita itu,g ngaruh.. Yg psti gw suka gambarx,alur ceritax,dan gw fun nntonx!G sdkt pun ad pengaruh negatif bwt gw..

  19. Apapun yg ada di dunia, mo film, mo kenyataan, mo avatar, mo sejatinya, mo baik, mo buruk, mo Yahudi, mo Nav’i, mo Islam, atau mo gk beragama, mo nonton atw gk kek, semua emang begitulah adanya apa yg ada di dunia ini, dan masih banyak banget yg manusia belum tahu bgmn sebenarnya seluruh kandungan isi dunia. Sampai akhir hayatpun, sepertinye manusia cuma dpt paham sebagian kecil dari apa yg ada. Manusia kebanyakan cuma bingung dari apa yg dpt ketangkap panca idranya, krn smuanya mengandung makna ganda, dipandang dari dua sisinya, kalo gk mau dibilang multi makna/banyak makna/banyak tafsir. Itu br yg ketangkep indra, gmn yg sifatnya gaib, tentunye makin tambah banyak lg bingungnye. Dan bingungnya manusiapun, emang udah begitu adanya, semakin digali atw dipikirin lbh dalam tentang sesuatu hal, mungkin malah tambah bingung nantinye, krn ujung2nye cuma kesimpulan manusia sendiri, ya begitulah kerja pikiran manusia, mo diapain lg.

    Silahkan aze klo mo beropini, berdebat, bertukarwawasan, bersilaturrahim dg saling bagi pengetahuan n pengalaman, mo diapain tuh avatar, mo dimuliain atw mo dijungkirbalikin, itu kemerdekaan individu dg tanggungjawabnye, baik sendiri2 atw bersama2. Yg penting utk kebaikkan bersama, perdamaian dan kesejhteraan bersama, bukan dimaksudkan utk saling menyakiti, saling melukai, atw saling menjatuhkan demi kepuasan/kesenangan sendiri.

    Mau suka sm avatar atw gk suka, mau setuju atw gk setuju, oke2 aza, yg penting semua tetap sehat, tetap ceria penuh semangat n tetap damai bahagia lahir batin.

    Salam kompak n sjhtra.

  20. ijin kopas gan,
    manstab

    • saya tidak mengizinkan anda melakukan copy paste!

      kalau anda ingin meng-quote tulisan saya, anda harus mencantumkan alamat lengkap artikel ini!

      • sori bro sebelumnya
        postingan sudah saya betulkan dan dicantumkan lengkap
        monggo dicek…

    • nadya
    • February 5th, 2011

    subhanallah,,
    pertama liat avatar juga itu yang ketangkep,,
    tapi ada hal lain,,
    spt hometree yg diperebutkan, kog malah jadi kayak cerita baitul maqdis ya??!!
    yg dibawahnya (they said) ada puing2 kuil solomon,,

    • Wahyu christ
    • July 25th, 2011

    Menurutq film avatar james cameeron,harus di tonton semua orang yg cinta alam,cinta damai cz dlam film ini mengajak agar kita mencintai alam,sesama makhluk ciptaan TUHAN,wlau kita berbeda adat,suku,bahasa,ras ataupun apa kaya miskin smua sama

    • Suliandi
    • January 7th, 2012

    Sungguh inspiratif thread ini, lanjut terus

    • indah kulihat dirimu
    • August 10th, 2012

    Yup, film ini memang sarat muatan kabbalah. Hati2, jgn sampai kita terbawa mjd kafir.

      • Verozka
      • August 24th, 2012

      Saya Muslim dan selalu Mu’min sampai saya mati.
      Post ini sangat bagus, Anda memang penulis yang cerdas. But you should know, not all the stones are black! Selalu saja ada yang berbeda. Selalu saja ada sisi Positifnya.
      Film Avatar tujuannya:
      1-Hentikan Penebangan Hutan
      2-Manusia berhenti rakus!
      3-Kejahatan akan kalah
      4-Kita harus berpegang teguh kepada Penguasa (Allah)
      Nah, sama kan konsepnya dengan ISLAM?!
      Kita gak usah sempitt berfikirlah.
      Jadilah Muslim yang cerdas, serta moderate!

    • Verozka
    • August 24th, 2012

    Saya juga tau bahwa film ini pasti bukan tentang Islam. Makanya konsepnya jauh dari Islam. Jangan berharap ada kalimat Syahadatain dalam film ini. Tapi bukan itu intinya, yang penting pesan moralnya. Masalah konsepnya kayak Yahudi, mirip Mesir kuno atau apalah itu mah terserah James Cameron. Yang jelas pesan tersiratnya banyak yang cocok dengan Faham Islam. Apa salahnya menjaga kelestarian hutan supaya keseimbangan alam terjaga.
    Islam itu TIDAK MENGAJARKAN KESEMPITAN DALAM BERFIKIR!
    Ambil hikmah.

      • exfayd
      • November 23rd, 2012

      setuju dengan kamu,, ambil hikmahnya ajah.

    • Verozka
    • August 24th, 2012

    Film Avatar ini memang keren. I meant cinematografinya, 3Dnya, ceritanya yang okelah, saya sampe detik terakhir gak berhenti nonton. Apalagi pas Hometree tumbang dan Navi sedih, eh jadi inget Hewan2 di hutan. Andai mereka bisa ngomong sama Manusia yang melakukan pembukaan lahan dan bisa melawan mungkin gak akan ada itu banjir, kekeringan, dan paceklik.
    Di film ini jujur banget bahwa MANUSIA MEMANG MAKHLUK RAKUS!
    Istighfar! Semoga kita gak cuma ngomong tapi beraksi. Tanam pohon sebanyak mungkin.

    • exfayd
    • November 23rd, 2012

    thanks infonya,, aku ma temenku lagi tertarik cari2 info yg ada hubungannya dengan freemason n zionis,, artikelnya bagus..

    • nadera alburuuj
    • December 9th, 2013

    iya… dari apa yang dianalisa oleh sdr siddik itu saling terkait…
    dari sisi aqidah islam.. film avatar itu mengisyaratkn bahwa di alam ini makhluk tdk hnya spesies manusia yg memiliki akal… tapi ada yg lain… dan ini sungguh menafikkan ayat Allah.. bahwa manusia lah yg mrpkn makhluk sempura ciptaan nya…
    g ada bahas perombakan kurikulum biologi ttg biotik-abiotik… hanya mendefinisikn mati-hidup… ada yg tidak diakui… tdk memuaskan akal…

    sepintas orang” yg awam sekalipun, mengarahkn pikiran nya u/ setuju ada makhluk berakal selain manusia yg biru itu…

    aq ambil statment science fiksi o/ aktor nya >> alam ini ada kaitan komunikasi dgn elektrokimia yg saling terhubung (semacam situs jika di dumay)>>

    • Ika
    • July 6th, 2014

    Plis ralat ya Dik. Bukan Nav’i, tapi Na’vi. Bisa direwatch waktu Jake marah” sambil nunjukin buku yg berisi kehidupan suku tsb *kalo bersedia nonton lagi sih.
    Gw juga setuju sama Verozka. Gw Muslim tp gw juga salah seorang yg aktif mengkampanyekan pelestarian alam. Dan gw salah satu penggemar film Avatar ini.
    Bukannya sombong, biasanya orang cerdas bisa menghargai karya orang lain kan? Ya gw hargai tulisan lo Dik. Menarik dgn kalimat” kritis yg berbicara sesuai analisis fakta. Tp gw juga menghargai betul atas film Avatar ini. Coba aja mbikin film itu gampang, semua orang bisa, dan semudah membolak balikkan telapak tangan, pasti penghargaan gw ini bernilai nol.
    SAVE THE EARTH!

  21. Gni ye mas yg pintar, gw sering nonton avatar , kalo menurut gw gk seperti itu jg, kita aja setiap orang kalo bertmu dg orng lain punya salam seperti selamat pg , selamat malam , kenapa dia bilang I see u di permasalhkan? Tp bkt nyatanya kan emng dia melihat / bertemu , ckp sekian aja lah gk usah komen bnyak2 penonton jg bsa lah mengartikan , gk perlu d artikan se detail itu jg,
    Itu hanya film fiktif , ambil positipnya hilangkan negatifnya….
    Gt aje kq repot

    • Hada’am
    • January 12th, 2015

    Ane hargai artikel yg ditulis oleh penulis blog. Ente melihat hitam (cocokmologi ala slimer) dan ane melihat putih (pesan sinema). Kritik buat penulis! Pertama; Seenak otak rusaknya penulis menyebut Eywa (Pelindung Alam di Film Avatar) adalah Yahweh?! Tahukah penulis mengenai Yahweh?! Yahweh merupakan LAFAL atau Sebutan (Ucapan) untuk YHWH (Aku adalah Aku, TUHAN Allah, Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Maha Tinggi, TUHAN Semesta Alam) tanpa ada huruf hidup! Kesalahan FATAL otak penulis adalah bahwa penulis berpikir bangsa Yahudi saat ini masih menyebut kata Yahweh (YHWH) sebagai kata ganti TUHAN! Bangsa Yahudi (Israel) menggunakan penyebutan kata YHWH (Ucapan Yahweh) hanya boleh terucapkan ketika membaca Kitab Suci yg menyatakan Firman dari TUHAN Semesta Alam (YHWH) dan pesan TUHAN Semesta Alam (YHWH) melalui para Nabi. Sedangkan untuk penyebutan kata TUHAN Semesta Alam sehari2 oleh bangsa Israel (Yahudi) adalah ADONAI (ELOHEIM). Tidak berani umat yahudi menyebut/ mengucap Yahweh (YHWH) sebab dalam hukum TAURAT Yahudi berlaku Hukum LARANGAN menyebut Nama TUHAN Semesta Alam secara sembarangan!
    Kritik kedua! Mengenai Pohon Besar (di film Avatar) sebagai Pusat Ritual…. Woi Slim!! Setiap kepercayaan apapun di muka bumi ini memiliki cara dan tata ibadahnya termasuk Pusat Kegiatan Ibadah (Ritual Keagamaan), jangan PICIK ente slim… Ka’bah dan Hajar Ashwad di Mekkah itu apa slim?? Itulah PESAN yg hendak disampaikan oleh pembuat Narasi/Script (knp OOT ke James Cameron?). Bahwa setiap makhluk hidup dan kehidupan tidak hanya di bumi saja… Meskipun di luar kehidupan bumi mereka memiliki dan membutuhkan keberadaan dan kepercayaan terhadap “Penguasa Alam” (TUHAN Semesta Alam). Jika di dalam film Avatar “Pohon Besar” dihancurkan oleh manusia bumi, demikian pulalah PESAN yg hendak disampaikan oleh karena sifat “destruktif” dilandasi “khilaf (Sombong dan Ingin Menguasai)” manusia, dengan sengaja menghancurkan “Pusat Ritual Keagamaan”. Bahkan Hadits pun meriwayatkan kelak akan datang masa kehancuran Ka’bah di Mekkah. Kritik ketiga! Mengenai konsep “penyelamat”, pesan dan peran Toruc Macto dalam film Avatar merupakan sosok yg mencari kebenaran dan melawan ketidakbenaran (ketidakadilan). Di dalam dunia nyata, bahwa setiap kepercayaan (Religion) apapun termasuk Islam, memiliki TOKOH pemersatu Umat, Pembimbing Umat! Di Islam dikenal sebagai Nabi Muhammad SAW. Tetapi penulis berusaha OOT dengan menyebutkan Daud (King David) sebagai penyelamat dan pemersatu umat?? Ketololan dan ketidaktahuan penulis! Daud (King David) bagi Umat Yahudi (Bangsa Israel) bukanlah seorang Nabi melainkan Raja Bangsa Israel! Nabi besar umat Yahudi dan Tokoh penyelamat umat Yahudi adalah Nabi Musa (Moses).
    Kritik Keempat! Penulis menyebutkan Tza’dik (Tza’Hik dlm film Avatar) adalah seorang Rabbi?? Ketololan macam mana lagi ini slim?? Dalam penyebutan seorang Rabbi bangsa Israel (Yahudi) adalah “Rabbi (Raebai)”. Tza’dik adalah Seorang Cenayang (Ahli Nujum / Paranormal), umat Yahudi percaya bahwa Gubernur Yusuf (anak Yakub) di Mesir (Joseph son of Jacob) seorang Tza’dik melalui mimpi-mimpi tentang masa depan.
    Kritik kelima! Lagi2 OOT!!! Mengenai bangsa Na’vi yg dikaitkan dgn Nabi (Nevi’im dlm bahasa Ibrani). Lalu Mengapa?? Ada Apa?? Apakah penulis artikel bertanya dgn penulis naskah apa sih maksud Na’vi? Apakah identik dgn Nevi’im (Nabi)? Toh di filmnya bangsa Na’vi tidak digambarkan sebagai bangsa Barbar! Destruktif! Suka Membunuh dan Memperkosa! Tidak menghujat dan memfitnah! Tidak menyebar kebencian dan menghasut massa! Teriak2 nama tuhan lalu melakukan kejahatan! Bangsa Na’vi digambarkan bangsa yg memegang teguh aturan dan menghargai alam serta leluhurnya. Kritik ke enam! “I See You” secara terjemahan memiliki arti “Saya Melihat Kamu”. Apakah penulis mengetahui maknanya selain “Eye of Horus?” Dangkal sekali pikiran penulis ini!! Apakah penulis mungkin mengartikan “HOTDOG” itu adalah Anjing Panas?? Atau ANUBIS (dewa maut berkepala Anjing) kepercayaan bangsa Mesir?? Maksud dari lirik dan kata “I See You” merupakan kata yg memiliki hubungan erat yg sama2 saling berhubungan (timbal balik yg baik) satu dengan yang lainnya. “I See You” dapat berarti “Saya belajar dari kamu, saya memperhatikan setiap yg kamu lakukan dan berikan, saya memperhatikan kamu, saya melihat apa yg kamu lakukan dan berikan, saya melihat dan mempercayai yg kamu lakukan dan berikan, saya mengawasi kamu, saya berada didekatmu dan saya melihat kamu, saya bersamamu!” arti itulah yg hendak disampaikan pada penonton…. Bahwa Alam memperhatikan /melihat tingkah kita dan kita juga harus melihat /memperhatikan alam sebagai “rumah tinggal” yg memberi kehidupan!

    Pesan ane Buat golongan “Zombie!”
    Kebencian membutakan Logika, Nalar dan Nurani, Kecintaan terhadap dusta dan kebencian yg berlebih terhadap sesuatu/seseorang membuat manusia layaknya Zombie hidup, yg mati dan masih bisa melakukan aktifitas sebagai manusia tetapi tidak mampu berpikir selayaknya manusia hidup! Zombie hidup dan mencari manusia lalu memakannya tanpa tahu siapa yg zombie makan dan untuk alasan apa dia makan hidup2 manusia yg masih hidup!

    • arwindaxrpl2@gmail.com
    • February 10th, 2015

    terimakSih infonya

  1. January 24th, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: